Sabtu, 23 April 2011

Tugas IBD 3


BAB 1
HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DAN KESUSASTRAAN 

Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang memberikan pengetahuan dasar tenteang budaya serta pengetahuan umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia.

Kesusastraan adalah Sastra (Sanskerta:
शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan sangat penting , karena ilmu budaya dasar meliputi dalam hal bahasa.

Ada beberapa alasan mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :
1. Sastra menggunakan bahasa. Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampi semua kegiatan manusia
2. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
3. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang leih mudah menemukan gagasan-gagasanya dalam bentuk yang tidak normative.





BAB 2
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN CINTA KASIH

A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta
cinta adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya.
Pengertian  cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya
manajemen cinta; Cinta  adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang
mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,
lembut, dan kasih sayang.
Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu :
1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)
3. Kemesraan (Cinta Rayuan)
Cinta memiliki tiga tingkatan: tinggi (Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah), menengah (orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat) dan rendah (keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal).
Tingkatan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah dalam surat At Taubah ayat 24 artinya sebagai berikut :
“katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasulnya dan berjihad dijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”..

Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji , hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan, bentuknya beraneka ragam
misalnya :
1. Cinta kepada thagut (syetan), selain Allah, dalam surat Al Baqarah: orang-
orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah;
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu;
3. Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua, anak, istri,
perniagaan dan tempat tinggal.
Hikmah cinta adalah sangat besar, hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam
kehidupan manusia, karena setiap cinta mengalami berbagai macam rintangan;
2. Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan
pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan lingkungan;
3. Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup
manusia;
4. Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam
hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi
sesama mahluk menegakkan keamanan, ketentraman dan keselamatan di segala
penjuru bumi.
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta Diri (QS. Al Adiyat, 100:8, QS. Fushilat, 41:49).
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
3. Cinta Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
4. Cinta Kebapakan (QS. Maryam, 19:4-6, QS. Yusuf 12:84,
QS. Hud, 11:45)
5. Cinta Kepada Allah (QS. Al Imran, 3:31)
6. Cinta Kepada Rasul.
C. Kasih Sayang

Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap
anaknya baik berupa moral, materil dengan sebanyak-
banyaknya, dan Si Anak menerima saja.
2. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat aktif.
Dalam hal ini Si Anak memberikan kasih sayang kepada orang tuanya,
sedangkan orang tuanya tidak memberikan perhatian apa yang
diperbuat Si Anak.
3. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat pasif.
Masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri tanpa
saling memperhatikan.
4. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang
dengan sebanyak-banyaknya.
D. Kemesraan.
Kemesraan ialah hubungan yan akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang
mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau
kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas  manusia. Dengan kemesraan orang dapat
menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya
E. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan
Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan
makna kehidupan  yang sebenarnya. Dalam kehidupan manusia terdapat
berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama masing-masing, kepercayaan,
kondisi, dan situasi.
F. Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta :
1. Cinta Agape ialah  cinta manusia kepada Tuhan.
2. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu, bapak, saudara dan yang ketiga
3. Cinta Amor ialah antara pria dan wanita.
Disamping itu ada cinta lagi, yaitu terhadap sesama yang merupakan
perpaduan antara cinta Agape  dan Philia. Jadi kata “Rahmah” bersimpati
kepada nasib keadaan yang diderita orang lain.
Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan
tanpa syarat. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang harus kita
kasihani.
G. Cinta Kasih Erotis
Merupakan atraksi individualbelaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain adalah kemauan kedua nya



BAB 3
HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Pengertian Ilmu Budaya Dasar :
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep–konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah–masalah manusia dan kebudayaan
Tujuan Ilmu Budaya Dasar :
-          Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka;.
-          Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan–persoalan  yang menyangkut kedua hal tersebut.
-          Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing–masing, tidak jatuh kedalam sifat–sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. 
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar : 
Dua Masalah Pokok Ialah :
-          Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya;
-          Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
-          Manusia dan Cinta Kasih;  Manusia dan Keindahan;
-          Manusia dan Penderitaan; Manusia dan Keadilan;
-          Manusia dan Pandangan Hidup; Manusia dan Tanggungjawab;
-          Manusia dan Kegelisahan; Manusia dan Harapan.
MANUSIA & KEBUDAYAAN
Dua pandangan yang dijadikan acuan untuk menjelaskan unsur–unsur yang membangun manusia
Manusia terdiri dari 4 unsur :
-          Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
-          Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
-          Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.
-          Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

Manusia Sebagai Satu Kepribadian  Mengandung Tiga Unsur :
-          ID, yang merupakan kepribadian yang paling primitif dan paling tidak Nampak. ID merupakan libido murni.
-          EGO, merupakan bagian satu struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari ID. Sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
-          SUPER EGO, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir. Muncul kira-kira umur 5 tahun. ID dan EGO berkembang secara internal dalam diri individu. SUPER EGO terbentuk dari lingkungan eksternal.  SUPER EGO merupakan kesatuan standar-standar moral.
Pengertian Kebudayaan
-          Menurut E.B. Taylor (1871); Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan– kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat;
-          Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat;
-          Menurut Sutan Takdir Alisyahbana; Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.

Pengertian Kebudayaan
-          Menurut C.A. Van Peursen mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam;
-          Krober dan Kluckhon mendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi.
Unsur- Unsur Kebudayaan
-          Menurut Bronislaw  Malinowski unsur kebudayaan terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan organisasi kekuatan;
-          Menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :
1. Sistem religi             2. Sistem organisasi kemasyarakatan           3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
5. Sistem teknologi dan peralatan.        6. Bahasa                   7. Kesenian.
Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai, menurut C. Kluckhon dalam karyanya variations in value orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
    1. Hakekat hidup manusia: hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern. Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula dengan pola-pola kelakuan tertentu.
    2. Hakekat karya manusia: setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk menambah karya.

Perubahan Kebudayaan
Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :
-          Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan jumlah dan komposisi penduduk;
-          Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup

Berbagai Faktor Yang Mempengaruhi Diterima Atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru, Diantaranya :
-          Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
-          Pandangan  hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
-          Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini  dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
-          Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
-          Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
-          Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.



BAB 4
POLA PACARAN SEHAT

Pacaran merupakan sebuah fase hubungan yang melibatkan perasaan cinta antara pria dan wanita sebelum menikah. Sayangnya, pacaran yang sejatinya merupakan sebuah proses untuk saling mengenal sering disalah artikan sebagai kebebasan berinteraksi dengan lawan jenis. Oleh sebab itu diperlukan tips pacaran yang sehat.
-          Pacaran sehat
Belakangan, sering terjadi ketidak sehatan dalam berpacaran. Contoh konkretnya adalah banyaknya anak lahir di luar pernikahan, banyak orang mengalami kekerasan fisik dari pacarnya. Bahkan, tidak jarang orang sakit jiwa gara-gara hatinya terus disakiti sang pacar. Keadaan-keadaan itu sudah menunjukkan  pacaran tidak sehat.
1.       Sehat Fisik
Pacaran yang sehat secara fisik ditunjukkan dengan tidak ditemukannya bentuk kekerasan fisik yang dilakukan terhadap pasangan. Kekerasan fisik biasanya dilakukan oleh kaum pria.
2.       Sehat Psikis
Pacaran sehat secara psikis ditandai dengan sikap-sikap bijak sepasang individu yang terlibat dalam hubungan. Mereka mampu mengendalikan emosi, berempati terhadap pasangan, saling menghargai, saling percaya, dan saling menghormati. Dengan begitu hubunan percintaan akan menciptakan kenyamanan dan keterbukaan.
3.       Sehat Sosial
Pernah mendengar atau melihat seseorang yang pergaulannya dikekang oleh pacar? Contoh tersebut merupakan sebuah hubungan yang tidak sehat. Bagaimanapun, manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesama. Meskipun sudah terikat komitmen pacaran, sebaiknya pasangan tidak berlaku saling mengikat dalam ranah sosial.
4.       Sehat Seksual
Secara biologis, remaja atau dewasa yang tengah menjalin hubungan pacaran berada dalam fase perkembangan dan kematangan seks. Oleh sebab itu, diperlukan kendali untuk mengontrol gairah seks sehingga tidak terjerumus seks pranikah. Jika aktivitas pacaran sudah disejajarkan dengan aktivitas seksual berarti pacaran tersebut tidak sehat.
 
BAB 5
HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN SENI

Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif.

Dalam bahasa Latin, terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran. dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa. 

Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art). 

Pengertian dasar tentang lingkup senirupa (visual art) sesuai dengan media aktivitas: 
1. Seni Murni: 
    - Seni Lukis 
    - Seni Patung 
    - Seni Grafis 

2. Disain: 
    - Disain Grafis (Komunikasi Visual) 
    - Disain Interior 
    - Disain Produk (Disain Industri) 

3. Kria: 
    - Kria Tekstil 
    - Kria Kayu 
    - Kria Keramik 
    - Kria Gelas, dll. 

Dalam tradisi sastra Melayu lama, prosa adalah seluruh hasil karya sastra lisan dan tulisan yang panjang, baik yang berbentuk cerita ataupun bukan cerita, dengan bahasa Melayu sebagai medium. Dari tradisi lisan, muncul tiga genre prosa yang sangat populer di kalangan masyarakat Melayu yaitu: cerita mitos, legenda dan dongeng. Sedangkan dari tradisi tulisan, muncul prosa genre cerita (narasi) dan bukan cerita. Prosa tulis yang berbentuk cerita di antaranya hikayat, epik, sastra panji, sastra sejarah dan sastra agama; sementara prosa tulis yang bukan cerita, di antaranya prosa tentang undang-undang, kitab dan ilmu tradisional. Dalam prosa, bahasa dipahami dalam pengertian denotatif, sesuai dengan makna leksikalnya. Oleh sebab itu, prosa seringkali dipertentangkan dengan puisi. Namun demikian, ada pula bentuk prosa yang terpengaruh oleh puisi, yang disebut dengan prosa liris atau prosa puitis. 

Prosa lama biasanya dicirikan dengan kesukaan pengarang untuk menggambarkan kehidupan masyarakat di saat prosa itu dikarang. Secara umum, ada beberapa ciri lain yang menonjol pada prosa lama tersebut antara lain:
(1)deskripsi yang jelas dan panjang mengenai hal-hal fantastis yang berpusat pada kehidupan istana;
(2)banyak unsur bahasa asing sebagai akibat dari pengaruh agama Hindu dan Islam;
(3) tanggal dan nama pengarang tidak tertulis;
(4) khusus prosa narasi yang mendapat pengaruh Islam, biasanya dimulai dengan kalimat, kata sahibul hikayat atau konon kabarnya.




SUMBER :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=121499534558745&topic=85





Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 1 KA 30
NPM : 11110398
Dosen : Asri Wulan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar