Selasa, 10 April 2012

PROSES SOSIALISASI DAN KARIER


PROSES SOSIALISASI DAN KARIER



1.   Pengertian Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi adalah suatu proses di mana kita dapat bergaul dalam suatu komunitas tertentu, maka di situlah proses sosialisasi akan terjadi. Sedangkan karier adalah suatu deretan posisi yang di duduki oleh seseorang selama perjalanan usianya

Beberapa kasus tentang karir karyawan yang sering ditemukan adalah (1) karyawan dengan cukup cerdas dan ketrampilannya yang hanya sebatas standar tetapi karirnya melaju cukup cepat sesuai dengan tahapannya; (2) karyawan yang cerdas dan trampil namun karirnya relatif lambat; dan (3) karyawan yang kurang cerdas dan kinerjanya pun pas-pasan dan karirnya pun sangat terlambat. Kasus (1) dan (2) menimbulkan pertanyaan mengapa hal itu sampai terjadi? Lalu kalau begitu faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan perusahaan dalam menentukan karir seseorang.

Dengan demikian disamping perusahaan harus memiliki perencanaan dan pengembangan karir yang efektif maka ada beberapa hal yang yang harus dilakukan karyawan yakni:
1.  Selalu melakukan evaluasi diri khususnya yang menyangkut faktor-faktor intrinsik personal yang memengaruhi kinerja. Dengan evaluasi, karyawan akan mampu mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya khususnya tentang kematangan emosinya.
2.  Kalau sudah diketahui bahwa kematangan emosi masih rendah maka yang dapat dilakukan adalah memahami sisi kelemahan ketidakmatangan emosi, memahami faktor-faktor penyebab timbulnya emosi berlebihan, dan mencari upaya untuk memerkuat kematangan emosi. Kalau perlu konsultasi kepada konselor atau psikolog.
3.  Melakukan hubungan sosial secara bersahabat dan intensif baik pada jalur horizontal maupun vertikal. Semakin tinggi intensitas hubungan semakin banyak unsur kehidupan sosial yang bisa dipelajari. Intinya ada pembelajaran sosial khususnya dalam mengendalikan emosi yang berguna untuk membangun simpati dan empati serta memerkecil konflik.
4.  Mengikuti pelatihan dan banyak membaca buku-buku praktis tentang kepribadian, pengelolaan diri, dan pengembangan kematangan emosi. Tujuannya adalah disamping meningkatnya kadar kognitif dan kecerdasan sosial juga semakin matangnya emosi/kepribadian karyawan.
5.  Membuat rencana umum pengembangan karir individu untuk selama siklus kehidupan sebagai pekerja. Semacam road map pengembangan karir. Isi rencana spesifik paling tidak meliputi apa saja output karir yang diharapkan dalam kurun waktu tertentu serta apa saja langkah-langkahnya. Dengan demikian rencana tersebut sekaligus dapat dijadikan sebagai rujukan dan pedoman dalam merumuskan langkah-langkah operasional.

2.    Jalur pengembangan karier meliputi :

·       Enrichment adalah pengembangan dan peningkatan melalui pemberian tugas secara khusus
·       Lateral adalah pengembangan ke arah samping
·       Vertikal adalah pengembangan ke arah atas
·       relocation adalah perpindahan secara fisik ke unit organisasi lain
·       explocation adalah menjalankan ke arah yang lebih luas
·       realigement adalah pergerakkan ke arah bawah yang mungkin dapat merefleksikan sesuatu peralihan untuk mengurangi resiko







    Nama : Bethaviana Aqmarina
Kelas : 2KA29
NPM : 11110398
Matakuliah : Teori Organisasi Umum 2
Dosen : Herry Sussanto




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar