Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
Menurut Fisher pada hakekatnya ada dua model proses pengambilan keputusan, yaitu :
a. Model preskriptif (pemberian resep perbaikan)
- Menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan
- Memberikan pedoman dasar, agenda, jadwal urut-urutan yang membantu kelompok mencapai konsensus
- Diambil berdasarkan pada proses yang ideal
- Contoh : model pemikiran reflektif yang dikemukakan oleh Dewey yaitu PERT
b. Model deskriptif
- Meneruskan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu
- Berhubungan dengan observasi kelompok yang melakukan pengambilan keputusan-keputusan dan menggambarkan proses tersebut
- Diambil berdasarkan realitas observasi
Pembahasan pendekatan kuantitatif terhadap manajemen secara ringkas mencakup berbagai dasar penting secara matematis bagi teknik-teknik pengambilan keputusan. Teknik-teknik tersebut antara lain :
a. Teknik-teknik kreatif
Tipe teknik ini mencoba untuk memanfaatkan semua hal yang tersedia untuk membantu individu dalam pengambilan keputusan kreatif. Ada 4 pedoman sebagai alat bantu stimulasi kreatifitas yang cukup representatif yang dikemukakan oleh Newman, Summer dan Warren yaitu :
1. Menyadari berbagai hambatan psikologis, terutama rintangan budaya dan persepsual
2. Mencoba merubah atribut-atribut dengan pemusatan perhatian pada suatu atribut masalah pada waktu tertentu terutama atribut kunci
3. Waspada terhadap penemuan-penemuan tak sengaja
4. Menyadari bahwa komputer mempunyai potensi untuk menjadi pelengkap otak manusia dalam tahap-tahap tertentu proses kreatif
b. Teknik-teknik partisipatif
Partisipasi sebagai suatu teknik berarti bahwa individu-individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam praktek derajat partisipasi ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
- Siapa yang mengajukan gagasan
- Berapa proporsi bawahan melaksanakan setiap tahap pengambilan keputusan diagnosis, pengembangan alternatif, evaluasi dan estimasi konsekuensi masing-masing alternatif, dan pembuatan pilihan
- Berapa bobot seorang pelaksana mempengaruhi gagasan yang di terima
Senin, 10 Oktober 2011
Postingan keempat "Proses Organisasi"
Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
Ada beberapa tipe keputusan organisasi dan manajemen melalui pengklasifikasian sebagai berikut :
a. Keputusan-keputusan perseorangan dan organisasi
Adalah keputusan yang dilakukan perseorangan berupa keputusan berpatisipasi dan keputusan berproduksi demi organisasi.
b. Keputusan-keputusan pribadi dan organisasional
Chester Barnard menjelaskan adanya perbedaan antara keputusan pribadi dan organisasional yaitu, perbedaan dasarnya adalah bahwa keputusan-keputusan pribadi (personal decision) biasanya tidak dapat didelegasikan kepada orang lain, sedangkan keputusan-keputusan organisasional (organizational decision) sering didelegasikan.
c. Keputusan-keputusan dasar dan rutin
Mc.Farland mengemukakan bahwa keputusan-keputusan dasar merupakan keputusan unit investasi dalam jumlah besar, keputusan satu kali yang menyangkut komitmen (keterkaitan) jangka panjang dan relatif permanen, dan tinggi derajat pentingnya karena suatu kesalahn pengambilan keputusan akan mencelakakan organisasi secara serius. Sedangkan keputusan rutin adalah keputusan-keputusan yang sangat berlawanan dengan keputusan dasar. Tipe keputusan ini merupakan keputusan setiap hari bersifat sangat repetitif (berulang-ulang) dan mempunyai sedikit tampak pada organisasi keseluruhan.
Ada enam model deskritif perilaku rasionalitas pilihan dalam perilaku pengambilan keputusan manajemen yaitu :
a. Model ekonomi
b. Model manusia administratif
c. Model manusia mobicutrik
d. Model manusia organisasi
e. Model pengusaha baru
f. Model sosial
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
Ada beberapa tipe keputusan organisasi dan manajemen melalui pengklasifikasian sebagai berikut :
a. Keputusan-keputusan perseorangan dan organisasi
Adalah keputusan yang dilakukan perseorangan berupa keputusan berpatisipasi dan keputusan berproduksi demi organisasi.
b. Keputusan-keputusan pribadi dan organisasional
Chester Barnard menjelaskan adanya perbedaan antara keputusan pribadi dan organisasional yaitu, perbedaan dasarnya adalah bahwa keputusan-keputusan pribadi (personal decision) biasanya tidak dapat didelegasikan kepada orang lain, sedangkan keputusan-keputusan organisasional (organizational decision) sering didelegasikan.
c. Keputusan-keputusan dasar dan rutin
Mc.Farland mengemukakan bahwa keputusan-keputusan dasar merupakan keputusan unit investasi dalam jumlah besar, keputusan satu kali yang menyangkut komitmen (keterkaitan) jangka panjang dan relatif permanen, dan tinggi derajat pentingnya karena suatu kesalahn pengambilan keputusan akan mencelakakan organisasi secara serius. Sedangkan keputusan rutin adalah keputusan-keputusan yang sangat berlawanan dengan keputusan dasar. Tipe keputusan ini merupakan keputusan setiap hari bersifat sangat repetitif (berulang-ulang) dan mempunyai sedikit tampak pada organisasi keseluruhan.
Ada enam model deskritif perilaku rasionalitas pilihan dalam perilaku pengambilan keputusan manajemen yaitu :
a. Model ekonomi
b. Model manusia administratif
c. Model manusia mobicutrik
d. Model manusia organisasi
e. Model pengusaha baru
f. Model sosial
Postingan ketiga "Proses Organisasi"
Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
B. Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.
Berikut ini akan dibahas pendapat para ahli tentang langkah-langkah tersebut :
1. Menurut Hebert A.Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas 3 langkah utama, yaitu :
- Kegiatan intelijen : merupakan langkah awal menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
- Kegiatan desain : tahap kedua yaitu pembuatan, pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
- Kegiatan pemilihan : tahap ketiga adalah pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternatif yang tersedia.
2. Menurut Newman, Summer dan Waren
Memerinci langkah desain dan mengidentifikasikan menjadi 4 tahap, yaitu :
- Pembuatan suatu diagnosis
- Penemuan penyelesaian-penyelesaian alternatif
- Penganalisaan dan pembandingan alternatif
- Pemilihan rencana yang diambil
3. Menurut Scott dan Mitchel
Proses pengambilan keputusan meliputi :
- Proses pencarian / penemuan tujuan
- Formulasi tujuan
- Pemilihan alternatif atau strategi untuk mencapai tujuan
- Mengevaluasi hasil-hasil
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
B. Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.
Berikut ini akan dibahas pendapat para ahli tentang langkah-langkah tersebut :
1. Menurut Hebert A.Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas 3 langkah utama, yaitu :
- Kegiatan intelijen : merupakan langkah awal menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
- Kegiatan desain : tahap kedua yaitu pembuatan, pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
- Kegiatan pemilihan : tahap ketiga adalah pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternatif yang tersedia.
2. Menurut Newman, Summer dan Waren
Memerinci langkah desain dan mengidentifikasikan menjadi 4 tahap, yaitu :
- Pembuatan suatu diagnosis
- Penemuan penyelesaian-penyelesaian alternatif
- Penganalisaan dan pembandingan alternatif
- Pemilihan rencana yang diambil
3. Menurut Scott dan Mitchel
Proses pengambilan keputusan meliputi :
- Proses pencarian / penemuan tujuan
- Formulasi tujuan
- Pemilihan alternatif atau strategi untuk mencapai tujuan
- Mengevaluasi hasil-hasil
Postingan kedua "Proses Organisasi"
Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
A. Proses Mempengaruhi (wewenang dan kekuasaan)
Suatu proses adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Menurut Scott dan Mitchell pengaruh adalah suatu transaksi sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok orang yang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membahas hubungan-hubungan antara kekuasaan dan pengaruh terutama dalam konteks organisasional.
1. Pendekatan French dan raven
Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikhologis. French dan raven mengidentifikasikan 5 sumber atau basis kekuasaan, yaitu :
a. Kekuasaan balas jasa (reward power)
b. Kekuasaan paksaan (coercive power)
c. Kekuasaan sah (legitimate power)
d. Kekuasaan ahli (expert power)
e. Kekuasaan panutan (referent power)
2. Analisis Etzioni
Menurut Etzioni adalah lebih mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain baik yang suka maupun tidak.
3. Analisis Nizbet
Memandang kekuasaan sebagai antitesa wewenang, dan kekuasaan, dilain pihak merupakan paksaan atau usaha untuk mendominasi orang lain agar berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi sistem referensi.
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
A. Proses Mempengaruhi (wewenang dan kekuasaan)
Suatu proses adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Menurut Scott dan Mitchell pengaruh adalah suatu transaksi sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok orang yang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membahas hubungan-hubungan antara kekuasaan dan pengaruh terutama dalam konteks organisasional.
1. Pendekatan French dan raven
Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikhologis. French dan raven mengidentifikasikan 5 sumber atau basis kekuasaan, yaitu :
a. Kekuasaan balas jasa (reward power)
b. Kekuasaan paksaan (coercive power)
c. Kekuasaan sah (legitimate power)
d. Kekuasaan ahli (expert power)
e. Kekuasaan panutan (referent power)
2. Analisis Etzioni
Menurut Etzioni adalah lebih mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain baik yang suka maupun tidak.
3. Analisis Nizbet
Memandang kekuasaan sebagai antitesa wewenang, dan kekuasaan, dilain pihak merupakan paksaan atau usaha untuk mendominasi orang lain agar berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi sistem referensi.
Postingan pertama "Proses Organisasi"
Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
Sebelum kita membahas tentang proses organisasi kita sebaiknya bahas dulu tentang struktur organisasinya. Struktur organisasi disusun adalah untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih efektif. Tujuan organisasi tersebut akan menentukan struktur organisasinya. Jadi struktur organisasi merupakan suatu kerangkayang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi serta wewenang dan tanggung jawabnya disamping itu struktur organisasi juga mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengelolaan organisasi.
Variabel-variabel kunci yang menentukan desain struktural organisasi, yaitu :
a. Strategi dan Struktur
Menurut Chandler mengatakan bahwa struktur mengikuti strategi, dan strategi ini pada gilirannya akan mempengaruhi struktur organisasi, yaitu :
- Strategi menentukan kegiatan-kegiatan organisasional yang merupakam basis pokok bagi desain organisasi
- Strategi mempengaruhi pemilihan teknologi dan orang-orang yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan tersebut
- Strategi menentukan lingkungan spesifik dimana organisasi akan beroperasi
b. Lingkungan yang melingkupinya
c. Teknologi yang digunakan
d. Orang-orang yang terlibat di dalam organisasi
Proses-proses organisasi tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
A. Proses Mempengaruhi (wewenang dan kekuasaan)
Suatu proses adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Menurut Scott dan Mitchell pengaruh adalah suatu transaksi sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok orang yang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
B. Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.
Kelas : 2 KA 29
NPM : 11110398
email : bethaviana_aqmarina@yahoo.co.id
PROSES ORGANISASI
Sebelum kita membahas tentang proses organisasi kita sebaiknya bahas dulu tentang struktur organisasinya. Struktur organisasi disusun adalah untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih efektif. Tujuan organisasi tersebut akan menentukan struktur organisasinya. Jadi struktur organisasi merupakan suatu kerangkayang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi serta wewenang dan tanggung jawabnya disamping itu struktur organisasi juga mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengelolaan organisasi.
Variabel-variabel kunci yang menentukan desain struktural organisasi, yaitu :
a. Strategi dan Struktur
Menurut Chandler mengatakan bahwa struktur mengikuti strategi, dan strategi ini pada gilirannya akan mempengaruhi struktur organisasi, yaitu :
- Strategi menentukan kegiatan-kegiatan organisasional yang merupakam basis pokok bagi desain organisasi
- Strategi mempengaruhi pemilihan teknologi dan orang-orang yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan tersebut
- Strategi menentukan lingkungan spesifik dimana organisasi akan beroperasi
b. Lingkungan yang melingkupinya
c. Teknologi yang digunakan
d. Orang-orang yang terlibat di dalam organisasi
Proses-proses organisasi tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
A. Proses Mempengaruhi (wewenang dan kekuasaan)
Suatu proses adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Menurut Scott dan Mitchell pengaruh adalah suatu transaksi sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok orang yang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
B. Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.
Jumat, 27 Mei 2011
Tugas IBD terakhir bab 3
BAB 3
Penderitaan dan Perjuangan
3.1 Hubungan Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita / hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang dalam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah gunanya bersosialisasi, dengan bersosialisasi
kita dapat saling membantu dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam menyelesaikan masalah dan menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai doa pula.
Manusia hanya merencanakan selebihnya adalah kehendak Tuhan.
kita dapat saling membantu dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam menyelesaikan masalah dan menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai doa pula.
Manusia hanya merencanakan selebihnya adalah kehendak Tuhan.
3.2 Penderitaan, Media Massa dan Seniman
Penderitaan kerap kali disebar luaskan dan diumumkan di berbagai media layaknya Surat Kabar, TV, Radio, Internet dengan maksud mengetuk hati kita selaku pembaca dan pendengar media untuk menggerakan rasa empati* rasa kemanusiaan agar dapat turut berbelasungkawa atas penderitaan yang terjadi dan selaku manusia sosial yang saling tolong menolog megggerakan hati kita untuk membantu mereka yang menderita karena bencana, dan penderitaan lainnya.
3.3 Menjelaskan Hubungan Penderitaan, Media Massa dan Seniman
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul "Arie Hangara".
3.4 Penyebab Penderitaan
- Hubungan tidak baik antara manusia dengan manusia yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa dengki, iri, sakit hati, kejam serta alasan lain yang mendasari perbuatan buruk manusia lain terhadap sesama yang dapat memicu penderitaan entah itu dari korban yang mengalami maupun pelaku yang mengalami derita.
- Hubungan tidak baik antara manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana, kurangnya kesadaran manusia untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak alam dengan
- Ketamakan hanya karena masalah uang sehingga terjadi berbagai becana seperti Longsor.
- Penderitaan karena cobaan, disini kita dituntut akan kesetiaan kita melalui suatu cobaan dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan meberikan suatu cobaan diluar kemampuan umat-Nya.
3.5 Pengaruh yang Akan Terjadi pada Seseorang Jika Mengalami Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri, Siakp ini diungkapkan dalam peribahasa “Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna” ,”nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, anti ibu tiri,ia berjuang menentang kekerasan dan lain-lainnya
Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilainnya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai, keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
Sumber :
Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
Kelas : 1 KA 30
NPM : 11110398
Dosen : Asri Wulan
Kamis, 26 Mei 2011
Tugas IBD terakhir bab 2
BAB 2
Manusia dan Penderitaan
2.1 Pengertian Penderitaan
Pendiritaan menurut bahasa sanskerta merupakan menahan atau menanggung, atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.penderiataan merupakan keluh, kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan kepanasaan, dan lain-lain.
Dalam Bukunya Ir. Drs. M.Munandar Sulaiman, Ms. “Ilmu Budaya Dasar”, menyatakan penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, penderitaan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Dan akibat penderitaan sendiri bermacam-macam, ada yang mendapt hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalm hidupnya. Oleh karena itu belum tentu penderiataan tidak bermanfaat dalam kehidupan
Dinyatakan dalam Al-Quran surat Al-Balad ayat dinyatakan “Manusia adalah makhluk hidup yang penuh perjuangan”. Jadi Disini manusia dituntut dapat bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya. Disinilah manusia dihadapkan beberapa kendala atau masalah, baik dari alam atupun masyarakat sekelilingnya. Maka dari itu proses dari adanya kelangsungan hidup adalah berupa penderitaan. Seperti penderitaan beberapa tokoh islam yang memperjuangkan agamanya, sehingga Islam menjadi besar seperti faktanya. Dan masih banyak lagi contoh lainya yang menunjukan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negative dan merugikan, tetapi dapat menjadi energi pendorong untuk menciptakan hal-hal yang besar.
2.2 Contoh Penderitaan
Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, dan disiksa oleh majikannya, sudah pantas jika majikannya yang biadab itu diganjar dengan hukuman penjara oleh pengadilan negeri Surabaya supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki sekaligus merasakan penderitaan yang telah ia berikan kepada orang lain. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu dipulihkan.
Perbuatan buruk orang tua Arie Hanggara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian, sudah pantas jika dijatuhkan hukuman oleh pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus merasakan penderitaan anaknya.3. Perbuatan buruk para pejabat pada zaman orde lama dituliskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah pelacur – pelacur kota Jakarta”, perbuatan buruk yang merendahkan derajad kaum wanita tidak lebih dari pemuas nafsu seksual. Kaya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pejabat dan pelacur ibu kota itu.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya pun dapat menimbulkan bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya. Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari karena perbuatannya lah yang menimbulkan penderitaan pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru menyadari kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia yang lainnya itu sudah terjadi. Contohnya :1. Musibah banjir dan tanah longsor di lampung selatan bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi lahan tandus dan gundul oleh manusia – manusia penghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur, belum terhitung lagi jumlah ternak dan harta benda yang hilang / musnah. Segenap lapisan masyarakat, pemerintah dan ABRI bekerja sama untuk membebaskan para korban dari penderitaan yang mereka derita itu.
Perbuatan Lalai, mungkin kurang control terhadap tangki – tangki penyimpanan gas – gas beracun dari perusahaan “Union Carbide” di India. Gas – gas beracun dari tangki penyimpanan bocor memenuhi dan mengotori daerah sekitarnya, mengakibatkan ribuan penduduk penghuni daerah itu mati lemas, dan cacat fisik. Inilah penderitaan manusia karena perbuatan lalai dari pekerjaan atau pimpinan perusahaan itu. Ia bertanggung jawab untuk memulihkan penderitaan manusia disitu..
2.3 Siksaan
2.3.1 Pengertian Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan dan jasmani dan dapat juga berupa sisksaan jiwa atau rohani akibat siksaan yang dialami seseorang,timbullah penderitaan.Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca diberbagai media massa bahkan kadang-kadang ditulis dihalaman pertama dengan judul huruf besar dan disertai dengan gambar.
2.3.2 Menjelaskan tentang Phobia
Secara umum, phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk ngejauhin sesuatu yang ditakuti itu.
Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang.
Phobia terjadi karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis.
2.3.3 Sebutkan 1 Siksaan yang Sifatnya Psikis
Siksaan yang bersifat psikis misalnya kebimbangan,ketakutan dan kesepian. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilhan mana yang akan diambil,misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak,siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya ,akibat dari kebimbangan orang tersebut dalam keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya,maslah kebimbangan akan lama dialami sehingga siksaan itu berkepanjangan tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya,ia akan cepat mengambil suatu keputusan sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi.
2.3.4 Penyebab Seseorang Merasa Ketakutan
Ketakutan merupakan benrtuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan anatara lain:
• Claustrophia dan Agraphobia
Claustrophia Adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka
• Gamang,merupakan ketakuatan bila seseorang ditempat tinggi
• Kegelapan,merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap
• Kesakitan,merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami
• Kegagala,merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
Claustrophia Adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka
• Gamang,merupakan ketakuatan bila seseorang ditempat tinggi
• Kegelapan,merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap
• Kesakitan,merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami
• Kegagala,merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
2.4 Ketalutan Mental
2.4.1 Pengertian Ketalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang hams diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
2.4.2 Gejala-gejala seseorang Mengalami Ketakutan Mental
• Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
• Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
• Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
2.4.3 Sebutkan Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan
• Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya.
• Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
• Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
• Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
• Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
2.4.4 Sebab-sebab Timbulnya Ketalutan Mental
Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, (orang-orang melankolis)
Terjadinya konflik sosial-budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Pemahaman yang salah sehingga memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial (overacting) dan juga sebaliknya terlalu rendah diri (underacting).
2.4.5 Proses-proses Ketalutan Mental
Trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Sumber :
Nama : Bethaviana Aqmarina Dysanti
NPM : 11110398
Kelas ; 1 KA 30
Dosen : Asri Wulan
Langganan:
Postingan (Atom)